Harga Pertamax naik pada Juni 2026 dan mulai banyak menjadi perhatian masyarakat. Kenaikan ini terjadi setelah Pertamina melakukan penyesuaian harga BBM nonsubsidi mulai 10 Juni 2026.
Berdasarkan laporan Reuters, harga Pertamax naik dari Rp12.300 per liter menjadi Rp16.250 per liter. Sementara itu, Pertamax Green naik dari Rp12.900 per liter menjadi Rp17.000 per liter.
Harga Pertamax Naik Jadi Berapa?
Harga Pertamax terbaru pada Juni 2026 menjadi Rp16.250 per liter. Kenaikan ini cukup besar karena sebelumnya Pertamax dijual Rp12.300 per liter.
Dengan perubahan tersebut, kenaikan harga Pertamax mencapai sekitar 32 persen. Harga baru ini berlaku mulai 10 Juni 2026 di SPBU Pertamina sesuai penyesuaian harga BBM nonsubsidi.
Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru Juni 2026
Penyesuaian harga terutama terjadi pada BBM nonsubsidi jenis Pertamax dan Pertamax Green. Sementara itu, harga BBM subsidi seperti Pertalite dan Biosolar tetap tidak berubah.
Berikut rincian harga yang banyak dicari masyarakat:
| Jenis BBM | Harga Sebelumnya | Harga Terbaru |
|---|---|---|
| Pertamax | Rp12.300/liter | Rp16.250/liter |
| Pertamax Green 95 | Rp12.900/liter | Rp17.000/liter |
| Pertalite | Rp10.000/liter | Tetap |
| Biosolar | Rp6.800/liter | Tetap |
Harga Pertalite tetap Rp10.000 per liter dan Biosolar tetap Rp6.800 per liter. Keduanya merupakan BBM bersubsidi, sehingga tidak ikut naik dalam penyesuaian terbaru ini.
Kenapa Harga Pertamax Naik?
Kenaikan harga Pertamax dilakukan karena BBM jenis ini termasuk BBM nonsubsidi. Artinya, harga Pertamax bisa mengikuti mekanisme evaluasi berkala yang mempertimbangkan perkembangan harga minyak dunia dan harga keekonomian.
Dalam laporan Detik, penyesuaian harga disebut dilakukan setelah koordinasi dengan pemerintah sebagai regulator. Evaluasi harga dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi pasar dan perkembangan harga minyak dunia.
Selain itu, Reuters melaporkan bahwa kenaikan harga ini terjadi saat biaya subsidi energi pemerintah meningkat. Harga Pertamax tetap lebih sensitif terhadap perubahan pasar karena bukan termasuk BBM subsidi utama seperti Pertalite.
Apakah Pertalite Ikut Naik?
Pertalite tidak ikut naik dalam penyesuaian harga Juni 2026. Harga Pertalite tetap berada di angka Rp10.000 per liter.
Begitu juga dengan Biosolar subsidi yang tetap berada di harga Rp6.800 per liter. Hal ini membuat pengguna kendaraan yang selama ini memakai BBM subsidi tidak langsung terdampak oleh kenaikan harga Pertamax.
Namun, masyarakat tetap perlu memantau kebijakan resmi. Harga BBM bisa dievaluasi secara berkala sesuai kondisi energi, anggaran subsidi, dan kebijakan pemerintah.
Apa Bedanya Pertamax, Pertalite, dan Pertamax Green?
Pertamax, Pertalite, dan Pertamax Green memiliki perbedaan pada jenis, kadar oktan, dan status subsidinya. Perbedaan ini memengaruhi harga jual di SPBU.
Pertalite dikenal sebagai BBM bersubsidi atau BBM penugasan dengan harga yang dikendalikan pemerintah. Pertamax dan Pertamax Green termasuk BBM nonsubsidi, sehingga harganya lebih mengikuti perkembangan pasar.
Pertalite
Pertalite memiliki harga lebih murah karena masuk kategori BBM subsidi atau penugasan. Jenis BBM ini banyak digunakan masyarakat untuk kendaraan harian.
Karena harganya lebih terjangkau, Pertalite tetap menjadi pilihan utama bagi banyak pengguna kendaraan bermotor. Namun, penggunaannya tetap mengikuti ketentuan pemerintah.
Pertamax
Pertamax merupakan BBM nonsubsidi dengan kadar oktan lebih tinggi dari Pertalite. BBM ini biasanya digunakan oleh kendaraan yang membutuhkan pembakaran lebih baik.
Karena tidak disubsidi, harga Pertamax bisa berubah mengikuti evaluasi harga. Pada Juni 2026, harga Pertamax naik menjadi Rp16.250 per liter.
Pertamax Green
Pertamax Green 95 adalah BBM nonsubsidi dengan oktan lebih tinggi. Jenis ini juga mengalami kenaikan harga pada Juni 2026 menjadi Rp17.000 per liter.
Pertamax Green biasanya dipasarkan di wilayah tertentu dan tidak selalu tersedia di semua SPBU. Karena itu, pengguna perlu mengecek ketersediaannya di lokasi masing-masing.
Dampak Kenaikan Harga Pertamax bagi Masyarakat
Kenaikan harga Pertamax dapat berdampak pada pengeluaran pengguna kendaraan pribadi. Terutama bagi masyarakat yang selama ini rutin menggunakan Pertamax untuk mobil atau motor.
Jika sebelumnya mengisi 20 liter Pertamax membutuhkan sekitar Rp246.000, dengan harga baru Rp16.250 per liter, biaya menjadi sekitar Rp325.000. Artinya, ada selisih sekitar Rp79.000 untuk setiap pengisian 20 liter.
Dampak yang Bisa Dirasakan
Berikut beberapa dampak yang mungkin dirasakan:
- Biaya isi BBM kendaraan pribadi meningkat.
- Pengguna kendaraan bisa beralih ke BBM lebih murah jika kendaraannya sesuai.
- Pengeluaran transportasi harian bertambah.
- Konsumen menjadi lebih selektif dalam memilih jenis BBM.
- Pengguna kendaraan mulai mencari cara menghemat konsumsi BBM.
Meski begitu, pemerintah menyebut dampak inflasi dari kenaikan Pertamax relatif terbatas. Reuters melaporkan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan dampak inflasi diperkirakan terbatas karena BBM tersebut bukan yang umum dipakai transportasi publik.
Apakah Pemerintah Siapkan Stimulus?
Kenaikan harga Pertamax juga diikuti pembahasan soal stimulus pemerintah. Detik melaporkan pemerintah bakal menyiapkan stimulus setelah harga Pertamax naik.
Namun, masyarakat tetap perlu menunggu pengumuman resmi mengenai bentuk stimulus yang akan diberikan. Detail seperti sasaran penerima, jadwal, dan mekanisme bantuan perlu mengacu pada pemerintah.
Stimulus biasanya diberikan untuk menjaga daya beli masyarakat. Namun, tidak semua kebijakan otomatis berlaku untuk seluruh kelompok masyarakat.
Tips Menghemat BBM Setelah Pertamax Naik
Kenaikan harga BBM membuat sebagian pengguna kendaraan perlu mengatur ulang pengeluaran. Salah satu caranya adalah menghemat konsumsi BBM dalam aktivitas sehari-hari.
Berikut beberapa tips sederhana:
- Hindari akselerasi mendadak.
- Jaga tekanan angin ban sesuai rekomendasi.
- Servis kendaraan secara berkala.
- Matikan mesin saat berhenti lama.
- Hindari membawa beban berlebihan.
- Gunakan rute yang lebih efisien.
- Gabungkan beberapa keperluan dalam satu perjalanan.
- Gunakan transportasi umum jika lebih hemat.
Tips ini tidak langsung menghapus dampak kenaikan harga. Namun, konsumsi BBM yang lebih efisien bisa membantu menekan biaya harian.
Apakah Aman Beralih dari Pertamax ke Pertalite?
Sebagian pengguna mungkin mempertimbangkan beralih dari Pertamax ke Pertalite karena harga lebih murah. Namun, keputusan ini sebaiknya mengikuti rekomendasi pabrikan kendaraan.
Setiap kendaraan memiliki kebutuhan oktan berbeda. Jika kendaraan direkomendasikan memakai BBM oktan tertentu, pengguna sebaiknya mengikuti buku manual agar performa mesin tetap terjaga.
Jika ragu, cek buku manual kendaraan atau tanyakan ke bengkel resmi. Jangan hanya memilih BBM berdasarkan harga tanpa memperhatikan kebutuhan mesin.
Cara Cek Harga BBM Terbaru
Harga BBM bisa berubah sewaktu-waktu sesuai kebijakan dan evaluasi berkala. Karena itu, masyarakat sebaiknya mengecek harga terbaru sebelum mengisi BBM.
Cara cek harga BBM terbaru:
- Cek aplikasi resmi Pertamina jika tersedia.
- Pantau pengumuman resmi Pertamina.
- Lihat papan harga di SPBU terdekat.
- Cek media tepercaya yang memperbarui harga BBM.
- Hindari informasi dari poster atau pesan berantai tanpa sumber.
Harga BBM juga bisa berbeda antarwilayah untuk jenis tertentu. Jadi, harga di satu daerah belum tentu sama persis dengan daerah lain.
Penutup
Harga Pertamax naik pada Juni 2026 dari Rp12.300 per liter menjadi Rp16.250 per liter. Pertamax Green juga naik dari Rp12.900 per liter menjadi Rp17.000 per liter, sedangkan Pertalite tetap Rp10.000 per liter dan Biosolar tetap Rp6.800 per liter.
Kenaikan ini berlaku untuk BBM nonsubsidi dan dipengaruhi evaluasi harga berkala, termasuk perkembangan harga minyak dunia serta harga keekonomian. Bagi masyarakat, langkah paling aman adalah mengecek harga resmi, mengatur konsumsi BBM, dan menyesuaikan penggunaan kendaraan sesuai kebutuhan.