Niat puasa Tasu’a dan Asyura banyak dicari umat Islam saat memasuki bulan Muharram. Dua puasa sunnah ini dikerjakan pada tanggal 9 dan 10 Muharram.
Puasa Asyura dikerjakan pada 10 Muharram, sedangkan puasa Tasu’a dikerjakan sehari sebelumnya, yaitu 9 Muharram. Keduanya termasuk amalan sunnah yang dianjurkan pada bulan Muharram.
Apa Itu Puasa Tasu’a dan Asyura?
Puasa Tasu’a adalah puasa sunnah yang dilaksanakan pada tanggal 9 Muharram. Puasa ini dianjurkan untuk menyertai puasa Asyura agar tidak hanya berpuasa pada tanggal 10 Muharram saja.
Sementara itu, puasa Asyura adalah puasa sunnah pada tanggal 10 Muharram. Puasa ini memiliki keutamaan besar dan menjadi salah satu amalan yang dianjurkan pada bulan Muharram.
NU Online menjelaskan bacaan niat puasa Tasu’a dan Asyura secara terpisah, karena keduanya memiliki lafal niat yang berbeda sesuai tanggal pelaksanaannya.
Jadwal Puasa Tasu’a dan Asyura 2026
Jadwal puasa Tasu’a dan Asyura 2026 mengikuti kalender Hijriah bulan Muharram 1448 H. Karena penentuan awal bulan Hijriah dapat mengikuti rukyatul hilal atau hisab, jadwal bisa berbeda sesuai rujukan yang digunakan.
Jika mengikuti rujukan 1 Muharram 1448 H jatuh pada 16 Juni 2026, maka 9 Muharram atau Tasu’a jatuh pada 24 Juni 2026, dan 10 Muharram atau Asyura jatuh pada 25 Juni 2026.
Namun, jika mengikuti hasil istikmal yang menetapkan 1 Muharram 1448 H pada 17 Juni 2026, maka Tasu’a jatuh pada 25 Juni 2026, dan Asyura jatuh pada 26 Juni 2026.
Ringkasan Jadwal Puasa
Berikut gambaran jadwalnya:
| Rujukan Awal Muharram | Puasa Tasu’a | Puasa Asyura |
|---|---|---|
| 1 Muharram 1448 H = 16 Juni 2026 | 24 Juni 2026 | 25 Juni 2026 |
| 1 Muharram 1448 H = 17 Juni 2026 | 25 Juni 2026 | 26 Juni 2026 |
Agar lebih tenang, umat Islam bisa mengikuti ketetapan lembaga keagamaan atau kalender Hijriah yang biasa digunakan di daerah masing-masing.
Niat Puasa Tasu’a Malam Hari
Niat puasa sunnah Tasu’a dapat dibaca pada malam hari sebelum menjalankan puasa. Waktu niat malam dimulai sejak malam hari sampai sebelum terbit fajar.
Berikut bacaan niat puasa Tasu’a:
Arab
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ التَّاسُوعَاءِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin
Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnatit Tâsû‘â’i lillâhi ta‘âlâ.
Artinya
“Aku berniat puasa sunnah Tasu’a esok hari karena Allah ta’ala.”
Niat Puasa Asyura Malam Hari
Niat puasa Asyura juga dapat dibaca pada malam hari sebelum berpuasa. Puasa Asyura dikerjakan pada tanggal 10 Muharram.
Berikut bacaan niat puasa Asyura:
Arab
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ عَاشُورَاءَ لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin
Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnatil ‘Âsyûrâ lillâhi ta‘âlâ.
Artinya
“Aku berniat puasa sunnah Asyura esok hari karena Allah ta’ala.”
NU Online mencantumkan lafal niat puasa Asyura dengan redaksi “Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnatil ‘Âsyûrâ lillâhi ta‘âlâ” dan artinya sebagai niat puasa sunnah Asyura esok hari karena Allah SWT.
Niat Puasa Tasu’a Siang Hari
Dalam puasa sunnah, niat masih dapat dilakukan pada siang hari selama belum melakukan hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar. Misalnya belum makan, minum, atau melakukan hal lain yang membatalkan puasa.
Berikut bacaan niat puasa Tasu’a siang hari:
Arab
نَوَيْتُ صَوْمَ هٰذَا الْيَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ التَّاسُوعَاءِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin
Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i sunnatit Tâsû‘â’i lillâhi ta‘âlâ.
Artinya
“Saya niat puasa sunnah Tasu’a hari ini karena Allah ta’ala.”
Niat siang hari ini dapat dibaca jika seseorang lupa niat pada malam hari. Namun, syaratnya sejak subuh belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa.
Niat Puasa Asyura Siang Hari
Jika lupa membaca niat puasa Asyura pada malam hari, seseorang masih dapat berniat pada siang hari. Hal ini berlaku untuk puasa sunnah, bukan puasa wajib Ramadhan.
Berikut bacaan niat puasa Asyura siang hari:
Arab
نَوَيْتُ صَوْمَ هٰذَا الْيَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ عَاشُورَاءَ لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin
Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i sunnatil ‘Âsyûrâ lillâhi ta‘âlâ.
Artinya
“Saya niat puasa sunnah Asyura hari ini karena Allah ta’ala.”
Agar lebih aman, niat sebaiknya tetap dibaca pada malam hari. Namun, jika lupa dan belum melakukan pembatal puasa, niat pada siang hari masih dapat dilakukan untuk puasa sunnah.
Tata Cara Puasa Tasu’a dan Asyura
Tata cara puasa Tasu’a dan Asyura pada dasarnya sama seperti puasa sunnah lainnya. Umat Islam menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar sampai terbenam matahari.
Yang membedakan adalah niat dan tanggal pelaksanaan. Puasa Tasu’a dilakukan pada 9 Muharram, sedangkan puasa Asyura dilakukan pada 10 Muharram.
Langkah Pelaksanaan
Berikut tata cara puasa Tasu’a dan Asyura:
- Membaca niat puasa.
- Makan sahur jika memungkinkan.
- Menahan diri dari makan, minum, dan pembatal puasa.
- Menjaga lisan dan perbuatan.
- Memperbanyak zikir, doa, dan amal baik.
- Berbuka saat waktu magrib tiba.
- Melanjutkan ibadah sunnah lain sesuai kemampuan.
Sahur bukan syarat sah puasa, tetapi dianjurkan karena mengandung keberkahan. Jika tidak sempat sahur, puasa tetap sah selama sudah berniat dan tidak melakukan pembatal puasa.
Hukum Puasa Tasu’a dan Asyura
Puasa Tasu’a dan Asyura hukumnya sunnah. Artinya, orang yang mengerjakannya mendapat pahala, sedangkan yang meninggalkannya tidak berdosa.
Meski sunnah, puasa ini sangat dianjurkan karena termasuk amalan utama di bulan Muharram. Bulan Muharram sendiri termasuk salah satu bulan mulia dalam Islam.
Puasa Tasu’a dianjurkan untuk menyertai puasa Asyura. Dengan begitu, pelaksanaan puasa tidak hanya dilakukan pada tanggal 10 Muharram saja.
Keutamaan Puasa Asyura
Puasa Asyura memiliki keutamaan besar. Dalam banyak kajian fikih, puasa Asyura dikenal sebagai amalan yang dapat menghapus dosa setahun yang lalu.
Keutamaan ini membuat umat Islam banyak yang bersemangat melaksanakan puasa 10 Muharram. Namun, tetap perlu dipahami bahwa amalan ini harus dilakukan dengan niat ikhlas karena Allah.
Selain berpuasa, bulan Muharram juga dapat diisi dengan memperbanyak amal saleh. Misalnya sedekah, membaca Al-Qur’an, berzikir, membantu keluarga, dan memperbaiki hubungan dengan sesama.
Kenapa Puasa Asyura Disertai Tasu’a?
Puasa Asyura dianjurkan disertai puasa Tasu’a agar pelaksanaannya berbeda dengan kebiasaan umat lain yang juga memuliakan 10 Muharram. Karena itu, sebagian ulama menganjurkan agar umat Islam tidak hanya berpuasa pada 10 Muharram saja.
Cara yang umum dilakukan adalah berpuasa pada 9 dan 10 Muharram. Ada juga yang menambahkan puasa pada 11 Muharram jika ingin lebih berhati-hati terhadap perbedaan tanggal.
Pilihan Pelaksanaan Puasa
Berikut beberapa pilihan yang sering dijelaskan ulama:
- Puasa 9 dan 10 Muharram.
- Puasa 10 dan 11 Muharram.
- Puasa 9, 10, dan 11 Muharram.
- Puasa 10 Muharram saja tetap sah sebagai puasa sunnah.
Pilihan yang paling umum dilakukan adalah puasa Tasu’a dan Asyura, yaitu 9 dan 10 Muharram.
Apakah Boleh Puasa Asyura Saja?
Puasa Asyura saja tetap sah sebagai puasa sunnah. Namun, lebih utama jika disertai puasa Tasu’a pada tanggal 9 Muharram atau puasa pada tanggal 11 Muharram.
Jika seseorang hanya mampu puasa pada 10 Muharram, ia tetap bisa melaksanakannya. Islam memberikan kemudahan sesuai kemampuan umatnya.
Namun, jika tidak ada halangan, lebih baik melaksanakan puasa Tasu’a dan Asyura sekaligus. Dengan begitu, amalan sunnah pada bulan Muharram menjadi lebih lengkap.
Apakah Harus Sahur untuk Puasa Tasu’a dan Asyura?
Sahur tidak menjadi syarat sah puasa. Orang yang tidak sempat sahur tetap dapat berpuasa selama sudah berniat dan belum melakukan hal yang membatalkan puasa.
Meski begitu, sahur tetap dianjurkan. Selain bernilai sunnah, sahur juga membantu tubuh lebih kuat menjalani puasa sampai magrib.
Jika bangun kesiangan tetapi belum makan dan minum sejak subuh, seseorang masih bisa melanjutkan puasa sunnah dengan niat pada siang hari. Hal ini berlaku selama belum melakukan pembatal puasa.
Amalan yang Dianjurkan di Bulan Muharram
Selain puasa Tasu’a dan Asyura, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak amal baik pada bulan Muharram. Bulan ini menjadi momentum untuk memperbaiki diri dan memperkuat ibadah.
Beberapa amalan yang bisa dilakukan antara lain:
- Memperbanyak puasa sunnah.
- Membaca Al-Qur’an.
- Memperbanyak zikir dan doa.
- Bersedekah sesuai kemampuan.
- Menyantuni anak yatim.
- Memperbaiki hubungan keluarga.
- Menjauhi maksiat dan perbuatan buruk.
- Memperbanyak istighfar.
Amalan tersebut tidak harus dilakukan secara berlebihan. Yang penting dilakukan dengan ikhlas dan konsisten sesuai kemampuan.
Tips Menjalankan Puasa Tasu’a dan Asyura
Agar puasa Tasu’a dan Asyura berjalan lancar, umat Islam bisa menyiapkan diri sejak malam hari. Persiapan sederhana dapat membantu tubuh lebih kuat saat berpuasa.
Berikut tips yang bisa dilakukan:
- Catat jadwal 9 dan 10 Muharram.
- Baca niat sejak malam hari.
- Usahakan bangun sahur.
- Minum air putih yang cukup saat sahur.
- Hindari makanan terlalu pedas atau terlalu asin.
- Perbanyak ibadah ringan.
- Jaga lisan dari ucapan buruk.
- Berbuka dengan makanan secukupnya.
- Jangan lupa salat tepat waktu.
- Niatkan puasa karena Allah.
Dengan persiapan yang baik, puasa sunnah dapat dilakukan lebih ringan dan penuh makna.
FAQ Niat Puasa Tasu’a dan Asyura
1. Kapan puasa Tasu’a dilakukan?
Puasa Tasu’a dilakukan pada tanggal 9 Muharram. Untuk 2026, tanggalnya bisa jatuh pada 24 atau 25 Juni 2026, tergantung rujukan awal Muharram yang digunakan.
2. Kapan puasa Asyura dilakukan?
Puasa Asyura dilakukan pada tanggal 10 Muharram. Untuk 2026, tanggalnya bisa jatuh pada 25 atau 26 Juni 2026, sesuai ketetapan kalender Hijriah yang diikuti.
3. Apa niat puasa Tasu’a?
Niat puasa Tasu’a adalah Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnatit Tâsû‘â’i lillâhi ta‘âlâ, artinya “Aku berniat puasa sunnah Tasu’a esok hari karena Allah ta’ala.”
4. Apa niat puasa Asyura?
Niat puasa Asyura adalah Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnatil ‘Âsyûrâ lillâhi ta‘âlâ, artinya “Aku berniat puasa sunnah Asyura esok hari karena Allah ta’ala.”
5. Apakah boleh niat puasa Tasu’a dan Asyura pada siang hari?
Boleh untuk puasa sunnah, selama sejak subuh belum melakukan hal yang membatalkan puasa. Namun, lebih baik niat dibaca pada malam hari.
Penutup
Niat puasa Tasu’a dan Asyura penting diketahui umat Islam yang ingin mengamalkan puasa sunnah pada bulan Muharram. Puasa Tasu’a dilakukan pada 9 Muharram, sedangkan puasa Asyura dilakukan pada 10 Muharram.
Untuk 2026, jadwalnya perlu menyesuaikan ketetapan awal Muharram yang diikuti. Umat Islam dapat mengikuti rujukan pemerintah, ormas Islam, atau kalender Hijriah setempat agar pelaksanaan puasa lebih tertib.