Bacaan Niat Puasa Dzulhijjah 2026, ini Jadwal Tarwiyah dan Arafah

Bulan Dzulhijjah atau Zulhijah merupakan salah satu bulan yang sangat dimuliakan (bulan haram) dalam kalender penanggalan Islam. Memasuki tahun 2026, antusiasme umat Muslim untuk memperbanyak amal ibadah menjelang Hari Raya Idul Adha semakin tinggi.

Salah satu amalan sunah yang paling dianjurkan oleh Rasulullah SAW pada sepuluh hari pertama bulan ini adalah berpuasa. Artikel ini akan membahas secara lengkap mengenai bacaan niat puasa Dzulhijjah 2026, jadwal pelaksanaannya, hingga keutamaan di balik ibadah tersebut.

Keutamaan Sepuluh Hari Pertama Dzulhijjah

Sepuluh hari pertama di bulan Dzulhijjah memiliki kedudukan istimewa yang bahkan pahalanya disebut lebih besar daripada berjihad di jalan Allah. Allah SWT secara khusus bersumpah demi malam-malam sepuluh tersebut di dalam Al-Qur’an surah Al-Fajr ayat 1-2.

Para ulama sepakat bahwa memperbanyak amal saleh seperti zikir, sedekah, dan puasa pada hari-hari ini sangat dianjurkan. Berpuasa di bulan ini merupakan wujud syukur atas nikmat yang diberikan serta sebagai upaya membersihkan diri dari dosa.

Ibadah puasa sunah pada bulan ini secara umum dibagi menjadi dua kelompok, yakni puasa tanggal 1 hingga 7 Dzulhijjah, serta puasa Tarwiyah dan Arafah. Setiap jenis puasa tersebut memiliki bacaan niat spesifik yang harus dipahami oleh umat yang hendak mengamalkannya.

Jadwal Lengkap Puasa Dzulhijjah 2026

Mengetahui kalender atau jadwal Masehi yang bertepatan dengan tanggal Hijriah sangat penting agar tidak salah dalam melaksanakan puasa. Pada tahun 2026, 1 Dzulhijjah 1447 Hijriah diperkirakan jatuh pada hari Senin, 18 Mei 2026.

Jadwal ini bisa menjadi patokan awal bagi masyarakat yang ingin mengamalkan puasa sunah selama sembilan hari berturut-turut. Berikut adalah rincian estimasi kalender jadwal puasa Dzulhijjah untuk tahun 2026:

  • 1 Dzulhijjah: Senin, 18 Mei 2026
  • 2 Dzulhijjah: Selasa, 19 Mei 2026
  • 3 Dzulhijjah: Rabu, 20 Mei 2026
  • 4 Dzulhijjah: Kamis, 21 Mei 2026
  • 5 Dzulhijjah: Jumat, 22 Mei 2026
  • 6 Dzulhijjah: Sabtu, 23 Mei 2026
  • 7 Dzulhijjah: Minggu, 24 Mei 2026
  • 8 Dzulhijjah (Puasa Tarwiyah): Senin, 25 Mei 2026
  • 9 Dzulhijjah (Puasa Arafah): Selasa, 26 Mei 2026
Baca Juga  Info Terbaru Cara Daftar DTKS 2026 untuk PKH BPNT Cepat Cair

Perlu diingat bahwa pada tanggal 10 Dzulhijjah (Rabu, 27 Mei 2026), umat Islam akan merayakan Idul Adha. Pada hari tersebut, serta pada Hari Tasyrik (11-13 Dzulhijjah), umat Islam diharamkan atau dilarang keras untuk berpuasa.

Syarat Sah dan Waktu Melafalkan Niat

Sama seperti puasa sunah lainnya, puasa di bulan Dzulhijjah memiliki syarat dan tata cara rukun yang wajib dipatuhi. Syarat utamanya adalah beragama Islam, sudah balig, berakal sehat, dan suci dari haid maupun nifas bagi perempuan.

Niat puasa sunah Dzulhijjah sebaiknya dilafalkan di dalam hati sebelum waktu fajar atau pada malam harinya. Namun, jika Anda lupa, niat puasa sunah (berbeda dengan puasa wajib Ramadhan) masih sah diucapkan pada pagi harinya sebelum masuk waktu zuhur.

Syarat mutlak agar niat di pagi hari tersebut sah adalah Anda belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa sejak waktu subuh tiba. Misalnya, Anda belum makan, minum, atau melakukan hubungan suami istri sejak azan Subuh berkumandang.

1. Niat Puasa Sunah Tanggal 1-7 Dzulhijjah

Puasa yang dilakukan pada tujuh hari pertama bulan Dzulhijjah memiliki bacaan niat yang bersifat umum. Puasa ini sangat dianjurkan bagi umat Muslim yang memiliki kelapangan waktu dan kesehatan fisik yang prima.

Anda bisa melafalkan niat puasa ini dalam bahasa Arab maupun terjemahannya dalam hati. Berikut adalah lafal bacaan niat puasa untuk tanggal 1 hingga 7 Dzulhijjah:

Arab: نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ ذِيْ الْحِجَّةِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى Latin: Nawaitu shauma syahri dzil hijjah sunnatan lillâhi ta‘âlâ. Artinya: “Saya niat puasa sunnah di bulan Dzulhijjah karena Allah ta’âlâ.”

Jika Anda baru menyadari ingin berpuasa pada pagi harinya, Anda bisa melafalkan niat ini asalkan belum melakukan hal yang membatalkan puasa: Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i syahri dzil hijjah sunnatan lillâhi ta‘âlâ. (Saya niat puasa sunnah bulan Dzulhijjah hari ini karena Allah ta’âlâ).

Baca Juga  Tabel KUR BSI 2026: Cek Syarat, Nisbah, dan Simulasi Cicilan

2. Niat Puasa Tarwiyah (8 Dzulhijjah)

Puasa Tarwiyah dilaksanakan pada hari ke-8 bulan Dzulhijjah, bertepatan dengan saat para jemaah haji melakukan persiapan menuju Mina. Pada tahun 2026, puasa Tarwiyah ini diperkirakan jatuh pada hari Senin, 25 Mei 2026.

Nama Tarwiyah memiliki arti “berpikir” atau “merenung”, karena pada hari inilah Nabi Ibrahim merenungkan kebenaran mimpi perintah mengurbankan putranya. Puasa ini dianjurkan bagi umat Islam yang tidak sedang menunaikan ibadah haji.

Berikut adalah lafal bacaan niat puasa Tarwiyah yang benar:

Arab: نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى Latin: Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillâhi ta‘âlâ. Artinya: “Saya niat puasa sunnah Tarwiyah karena Allah ta’âlâ.”

3. Niat Puasa Arafah (9 Dzulhijjah)

Puasa Arafah adalah puasa sunah yang pelaksanaannya bertepatan dengan momen para jemaah haji sedang melakukan wukuf di Padang Arafah. Pada tahun 2026, jadwal pelaksanaan puasa Arafah ini diperkirakan akan jatuh pada hari Selasa, 26 Mei 2026.

Puasa ini dianggap sebagai puasa sunah yang paling mulia dan paling dianjurkan (sunnah muakkad) di antara puasa Dzulhijjah lainnya. Keutamaan puasa Arafah sangat luar biasa, yakni diyakini dapat menghapuskan dosa-dosa kecil hamba selama dua tahun (satu tahun lalu dan satu tahun ke depan).

Berikut adalah lafal bacaan niat puasa Arafah yang bisa Anda amalkan:

Arab: نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى Latin: Nawaitu shauma arafata sunnatan lillâhi ta‘âlâ. Artinya: “Saya niat puasa sunnah Arafah karena Allah ta’âlâ.”

4. Niat Puasa Ayyamul Bidh di Bulan Dzulhijjah

Selain sembilan hari pertama, umat Islam juga dianjurkan untuk berpuasa pada hari-hari putih (Ayyamul Bidh). Puasa ini secara rutin dilakukan pada tanggal 13, 14, dan 15 dalam kalender setiap bulan Hijriah.

Namun khusus di bulan Dzulhijjah, umat Islam dilarang (haram) berpuasa pada tanggal 13 karena hari tersebut masih merupakan bagian dari Hari Tasyrik. Oleh karena itu, puasa Ayyamul Bidh di bulan ini hanya bisa dilaksanakan pada tanggal 14 dan 15 Dzulhijjah saja.

Baca Juga  Segini Gaji Manajer Koperasi Merah Putih 2026! Simak, info Lengkapnya

Berikut adalah lafal bacaan niat puasa Ayyamul Bidh:

Arab: نَوَيْتُ صَوْمَ أَيَّامِ الْبِيْضِ لِلّٰهِ تَعَالَى Latin: Nawaitu shauma ayyâmil bîdl lillâhi ta‘âlâ. Artinya: “Saya niat puasa Ayyamul Bidh (hari-hari yang malamnya cerah), karena Allah ta’âlâ.”

Tata Cara Buka Puasa dan Anjuran Ibadah Lainnya

Tata cara pelaksanaan puasa Dzulhijjah sama seperti puasa pada bulan Ramadhan, yakni menahan diri dari makan, minum, dan hawa nafsu sejak terbit fajar hingga matahari terbenam. Ketika waktu Magrib tiba, segerakanlah untuk berbuka puasa dengan mendahulukan kurma atau air putih.

Selama menjalankan ibadah puasa di bulan yang mulia ini, umat Islam sangat diimbau untuk memperbanyak amalan ibadah penyerta lainnya. Perbanyaklah membaca Al-Qur’an, mendirikan salat malam (Tahajud), serta memperbanyak selawat dan istigfar.

Selain itu, sangat dianjurkan untuk memperbanyak amalan sedekah kepada fakir miskin dan tetangga yang membutuhkan. Mengingat bulan ini adalah bulan perayaan kurban, umat Islam yang mampu secara finansial juga sangat diimbau untuk mempersiapkan hewan kurban terbaiknya.

Panduan Jika Jadwal Mengalami Perbedaan

Dalam praktik di masyarakat, terkadang terjadi perbedaan penetapan tanggal 1 Dzulhijjah antara pemerintah, Muhammadiyah, dan ormas lainnya. Perbedaan ini bisa muncul karena perbedaan metode penghitungan, yakni antara metode pengamatan bulan langsung (rukyatul hilal) dan perhitungan astronomi (hisab).

Jika terjadi perbedaan penetapan awal bulan, Anda dipersilakan untuk mengikuti jadwal dari keyakinan organisasi yang Anda anut dengan penuh toleransi. Namun, pemerintah melalui Kementerian Agama selalu berusaha menyelaraskan jadwal tersebut demi persatuan umat.

Berdasarkan prediksi Pusat Riset Antariksa BRIN, perayaan Idul Adha dan jatuhnya awal Dzulhijjah pada tahun 2026 ini berpotensi besar akan serentak. Posisi hilal pada bulan Mei 2026 diproyeksikan sudah memenuhi kriteria dari berbagai metode penanggalan yang ada di Indonesia.

Kesimpulan

Mengetahui niat puasa Dzulhijjah 2026 secara lengkap adalah langkah awal yang sangat baik untuk menyambut datangnya Hari Raya Idul Adha. Bulan haram ini merupakan kesempatan emas yang diberikan Tuhan untuk melipatgandakan pahala dan menghapuskan dosa yang telah lalu.

Lafalkanlah niat dengan tulus ikhlas di dalam hati dan siapkan kebugaran fisik Anda agar bisa berpuasa hingga hari Arafah. Jadikan momentum istimewa ini untuk memperbaiki kualitas keimanan, melatih pengendalian diri, dan mendekatkan diri secara spiritual kepada Sang Pencipta.